27 Des 2017; Pesta St. Yohanes Rasul

Yoh. 20:2-8

Pada hari ketiga dalam masa Natal ini, kita pestakan St. Yohanes Rasul, rasul yang seringkali disebut sebagai murid terkasih Kristus Tuhan kita. Satu hal yang menarik dari pesan terakhir Injil yang ia tuliskan ialah ajakan untuk percaya meski kita tidak melihat apa yang membawa kita sampai pada keyakinan tersebut. Dalam banyak kisah dalam Injilnya, kita dapat mengerti maksud dan arah penulisan St. Yohanes; kisah St. Thomas misalnya (berbahagialah orang yang melihat meski tidak melihat) dan teristimewa Injil hari ini bagi kita, St. Yohanes percaya Yesus telah bangkit, meski ia sendiri tidak mengerti menjelaskannya. Ia sungguh mengajak kita percaya pada pewartaan yang ia tuliskan dalam Injilnya tentang Yesus Tuhan kita. Demikian ia tekankan juga dalam suratnya pada bacaan pertama hari ini bahwa apa yang ia tulis dan wartakan adalah tentang Yesus, Sabda yang telah menjadi Manusia, yang pernah hidup dan bersamanya dan para rasul yang lain. Kesaksiannya ini menjadi ajakan yang kuat bagi kita untuk tidak ragu dan sangsi percaya pada pribadi Yesus.

Apa yang perlu bagi kita? St. Yohanes tentu saja hendak mengantisipasi sesuatu yang barangkali terjadi di kemudian hari, yang bisa sangat memengaruhi pewartaan Injil Tuhan. Kita dapat membayangkan bagaimana bila kita pada akhirnya tidak percaya pada pewartaannya dan para penulis sabda Tuhan yang lain karena alasan yang sangat sederhana, kita tidak melihat, kita tidak pernah hidup secara fisik dengan Yesus. Apa yang kita terima, kita baca dan dengar dari Kitab Suci ialah cerita dan tulisan saja. Kemungkinan ini akan sangat berbahaya bila kita membatasi jalan menuju kepercayaan dan keyakinan dalam kerangka seperti itu.

Memang benar bilabarangkali kepercayaanharus membutuhkan penjelasan, akan tetapi pada akhirnya, kepercayaan dan keyakinan itu harus melampaui penjelasan itu. Pada akhirnya, dalam kepercayaan itu, kita hanya perlu menyatukan hati pada Dia yang kita percayai tanpa basa-basi termasuk dengan semua penjelasan itu sebab yang kita percayai melebihi ruang dan waktu, Allah yang menjadi Manusia, Yesus Kristus Tuhan kita, Putra Allah yang hidup. Semoga St. Yohanes Rasul mendoakan kita dan Tuhan memberkati kita semua.

By: Sr.Virgine Sihombing KSSY