Refleksi.1 Desember 2017.Luk. 21:29-33

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula jika kalian melihat hal-hal itu terjadi ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: sungguh angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu. Tetapi sabda-Ku takkan berlalu.

Dari perikop tersebut saya tersentuh dengan kata:

Demikian pula jika kalian melihat hal-hal itu terjadi ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Bagi saya, Kerajaan Allah berarti Allah yang meraja. Ketika Allah meraja dalam diriku maka aku menyerupai Allah, sempurna seperti-Nya. Implementasi Allah meraja dalam diriku dapat dirasakan oleh diriku sendiri, sesama/sekomunitas, tugas pelayanan,  dimanapun aku berada atau diutus. Kehadiranku, kata-kataku, tindakanku menjadi inspirasi bagi orang lain/sesama sehingga sesama menyadari, sesama pulih dari kelemahannya hingga terbuka hati dan pikiran untuk bertobat, serta memulihkan kembali  Citra Allah  dalam dirinya sendiri pun orang lain.

 

Refleksi 2 Desember 2017.Luk. 21:34-36

Berjaga-jagalah, agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi.

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-muridNya “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba jatuh keatas dirimu seperti suatu jerat sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri dihadapan anak manusia.

 

Renungan

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri dihadapan anak manusia.”

Dalam tugas pelayanan yang dipercayakan pada saya  di Karya Murni untuk menangani/mendampingi para difabel, saya mengalami tantangan yang menguji hati dan pikiran saya untuk senantiasa menjadi murni, dalam perkataan dan tindakan serta berusaha meningkatkan kesabaran dan kesadaran akan siapa yang sedang saya layani. Hal ini tidak gampang, membutuhkan suatu proses. Misalnya saja pelatihan  ADL (activity Daily Living) khusus mencuci pakaian anak yang telah berusia 15 tahun. Sudah berulang-ulang diajari cara mencuci dan merapikan pakaian kelemari, tetapi perkembangannya sangat lambat yang kadang – kadang merasa gagal sehingga muncul kebosanan bahkan bisa saja mengambil keputusan “biarkan saja seperti itu,  tidak ada untungnya bagiku”

Injil hari mengingatkan/menyadarkan diriku bahwa berjaga senantiasa sambil berdoa untuk menimba kekuatan agar kelemahanku, keputusasaan dipulihkan olehNya dengan kesetiaan merefleksi diri dan bertobat secara terus menerus. Hal inilah yang mesti kita lakukan agar kita pulih dan mampu memulihkan sesama yang hidup bersama dengan kita, dengan tulus. BERDOA, REFLEKSI, serta BERHARAP agar mampu bertahan dan menjadi manusia yang tangguh terhadap prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Amin

 

Refleksi 3 Desember 2017.Mrk. 13:33-37

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-muridNya, hati-hatilah dan berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba. Ibaratnya seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tangungjawab kepada hamba-hambanya, masing-masing sesuai dengan tugasnya, dan memerintahkan supaya penunggu pintu berjaga-jaga.

Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang: menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta. Hal ini kukatakan supaya kalau tiba-tiba datang jangan